Arsip untuk April, 2008

Decreasing UI

kirain gosip… kemarin Pegi ngomong gitu kalo UI udah turun peringkatnya…
reaksi pertama gue… masa sih? menurut sumber yang mana tuh? rada kagak percaya dan kagak peduli juga hoho….
dan ternyata setelah bertanya pada oom gogel tercinta… emang bener tuh…
UI turun peringkat dari posisi 250 top world universities ke peringkat 395 setelah UGM (360) dan ITB (369)
ini menurut Times Higher Education Supplement
oh.. jadi emang bener tho….
terus? kenapa?
sebagai anak UI yang pasif (hoho) gue bertanya-tanya apa sih yang menyebabkan UI turun rangking sebanyak 145 posisi… wew…
apakah kualitas tenaga pengajarnya??
yang sering gak masuk, menerapkan PBL yang merupakan metode baru sehingga dosen-dosen yang terlanjur udah ‘pewe’ dengan metode lama menjadi kagok, penerapan e-learning yang masih setengah hati, penggunaan sorce-source yang kurang, kendala bahasa Inggris, dll… apah ini…
apakah kualitas riset nya??
jarangnya mahasiswa yang melakukan penelitian, jurnal yang berasal dari UI masih minim, dll… apah ini…
apakah kualitas lulusannya??
yang terkenal kutu kupret loncat, apakah yang punya kemampuan seadanya, apakah kemampuan teori yang lebih banyak dibanding aplikasi, apakah penurunan jumlah lulusan yang cumlaude, apakah mapres yang gitu-gitu aja, dll… apah ini…
apa pandangan dari luar negeri (baca:image)??
dimana UI pengen jadi research university eh malah kesampeannya jadi animal lover university (kandang rusa bebh…), dimana pembangunan jalur sepeda yang terburu-buru dan kurang transparan, dimana anggaran pembangunan monumen-monumen gak penting mulai dianggarkan, dimana UI lebih banyak mengadakan kegiatan non-akademis dibanding akademis (contoh:JGTC hahaha… no way, just example), atau yang lain… apah ini…
banyak pertanyaan muncul…
agak kuciwa sih… karena tidak bisa berbangga-ria lagi menjadi ANAK UI… harapan bangsa… harapan bunda…
wew..
tapi jangannn sedeeehhhh….

Hasil survey tersebut diluncurkan dalam buku Buku Panduan Memilih Perguruan Tinggi 2007, Meraih Kerja Sesuai Program Studi (TEMPO, 20 Mei 2007)
Dari Top 10 Perguruan Tinggi yang lulusannya dianggap favorit di pasar kerja, Universitas Indonesia menduduki peringkat yang pertama. Lima fakultas terfavorit dari 12 fakultas di UI yang selalu dibanjiri pendaftar (diurut berdasarkan ranking) adalah: Fakultas Ekonomi, Kedokteran, Hukum, Ilmu Budaya serta Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Hasil survey Pusat Data dan Analisa TEMPO tahun 2006 yang lalu telah membuktikan bahwa kualitas Program Studi Ilmu Akuntansi dan Manajemen FEUI menempati peringkat teratas dari semua perguruan tinggi di negeri ini.

apakah ini berarti lulusan UI sangat cocok menjadi WORKER bukan SCIENTIST or ENTREPRENEUR hoho.. gak kok, cuman asumsi hahaha…

ah persetan sama peringkat-peringkat an yang membuat terlena….

mendingan belajar PKM lah buat besok… hmmm…

btw btw soal UI nih… mau curhat…
LBI SETAAANNNNNNN!!!!
bukan… bukan kasus BLBI….
tapih LBI=Lembaga Bahasa Internasional yang terdapat di FIB


busetdah… employment manajemennya gak banget (busetdah bahasa gue haha!)
keluhan:
gak ontime!! bayangin dong… saya udah siap2 placement tes jam 12… kagak mulai2… giliran mulai ehhh kertas form gue kagak ada cuyy!! sumpe de… kuciwa saya… menunggu sampe jam setengah satu kurang gitu baru dikasih… haizzz… terus wawancara yang katanya nih jam 1… molor… karena saya ada kelas jam setengah dua… ya… akhirnya saya tidak ikut wawancara… males dah… melayang dah tuh limapuluhribu…

pegawainya jutek mampusss!!! huadoowww… ini kan usaha yang menjual service kan (ngajar), kenapa service yang diberikan oleh pelayan di bagian depan terkesan kagak propesional dah!! sumpee… tu mbak-mbak yaa entah lagi sensi ato iri ma gue yang so keren ini hakhakkk… gue cuman nanya…

saya: mbak
mbak jutek: knapa?? (dengan jutek dan tampang sengak)
saya: mbak, tes wawancara mule jam berapa yah?
si mbak jutek: tes nya udah mulai dari jam 12 tadi (tambah jutek n keselll)
saya: iya mbak, saya udah ikut, cuman mau tes wawancara
si mbak bakekok: jam 1 kan (jutekkkk!!)
saya: iya mbak, tapi ini udah jam 1 lewat, kalo saya ikut yang hari lain boleh gak
si mbak sontolotoy: yaudah hari sabtu (jutek kagak ketulungan)
saya: oh iya mbak, jam berapa ya
si mbak !@$%@##$^$: liat aja tuh ada jadwalnyaa (tambah jutek)
saya: oya mbak, makasih ya (kali ini dengan suara yang tak kalah nyolot hahahaha)

begitulah…
heran saya… kenapa resepsionis harus jutek… pengalaman ini pernah saya alami juga pas kemarin daftar di LIA… dan akhirnya saya tidak jadi mendaftar…. begitu juga di ILP… maklum saya orangnya sensitip…
padahal kalo berdasar prinsip manajemen, resepsionis itu penghubung pihak eksternal dan internal, sehingga orangnya itu gak boleh sembarangan
bayangkan kalo banyak orang seperti saya, berapa banyak tuh opportunity cost yang ilang gara-gara seorang resepsionis…
wew… apakah ini kesalahan proses recruitment atokah hanya saya berada di wrong time, wrong place, and wrong person… ato saya yang terlalu sensitip… hmmm… au ah… pokoknya saya dendam tujuh turunan sama tuh mbak-mbak brengs**!!

Komentar bertahan »

kode etik — sebuah bounded…

huaaahhh tiba-tiba jadi pengen tahu kode etik jurnalistik…
gini lho, ceritanya tadi saya habis mengikuti (lagi) pelatihan jurnalistik, tapi kali ini diadakan oleh BOE..
nah tadi itu perkenalan divisi-divisi BOE gitu deh, terus ada pembicara dari Kompas yang saya lupa namanya hoho… nah dalam pembicaraan itu saya mendengar ‘kode etik’ disebut terus… tapi apa sesungguhnya kode etik itu tidak pernah disebut, yah jadi sepanjang pembicaraan saya agak-agak cengo gitu deh…

okai, ini copy-paste dari http://www.dewankehormatanpwi.com/

BAB I
KEPRIBADIAN DAN INTEGRITAS

Pasal 1

Wartawan Indonesia beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, taat kepada undang-undang Dasar Negara RI, kesatria, menjunjung harkat, martabat manusia dan lingkungannya, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara serta terpercaya dalam mengemban profesinya.

Pasal 2

Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan karya jurnalistik (tulisan, suara, serta suara dan gambar) yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara, persatuan dan kesatuan bangsa, menyinggung perasaan agama, kepercayaan atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh undang-undang.

Pasal 3

Wartawan Indonesia pantang menyiarkan karya jurnallistik (tulisan, suara, serta suara dan gambar) yang menyesatkan memutar balikkan fakta, bersifat fitnah, cabul serta sensasional.

Pasal 4

Wartawan Indonesia menolak imbalan yang dapat mempengaruhi obyektivitas pemberitaan.

BAB II
CARA PEMBERITAAN DAN MENYATAKAN PENDAPAT

Pasal 5

Wartawan Indonesia menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dari kecepatan serta tidak mencampur adukkan fakta dan opini sendiri. Karya jurnalistik berisi interpretasi dan opini wartawan, agar disajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya.

Pasal 6

Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan karya jurnalistik (tulisan, suara, serta suara dan gambar) yang merugikan nama baik seseorang, kecuali menyangkut kepentingan umum.

Pasal 7

Wartawan Indonesia dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah, prinsip adil, jujur, dan penyajian yang berimbang.

Pasal 8

Wartawan Indonesia dalam memberitakan kejahatan susila (asusila) tidak merugikan pihak korban.

BAB III
SUMBER BERITA

Wartawan Indonesia menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan karya jurnalistik (tulisan, suara, serta suara dan gambar) dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita.

Pasal 10

Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat, dan memberi kesempatan hak jawab secara proporsional kepada sumber atau obyek berita.

Pasal 11

Wartawan Indonesia meneliti kebenaran bahan berita dan memperhatikan kredibilitas serta kompetensi sumber berita.

Pasal 12

Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat, tidak mengutip karya jurnalistik tanpa menyebut sumbernya.

Pasal 13

Wartawan Indonesia harus menyebut sumber berita, kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak disebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data bukan opini.

Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan, segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan.

Pasal 14

Wartawan Indonesia menghormati ketentuan embargo, bahan latar belakang, dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita serta tidak menyiarkan keterangan “off the record”.

BAB IV
KEKUATAN KODE ETIK JURNALISTIK

Pasal 15

Wartawan Indonesia harus dengan sungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan Kode Etik Jurnalistik PWI (KEJ-PWI) dalam melaksanakan profesinya.

Pasal 16

Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahawa penaatan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing.

Pasal 17

Wartawan Indonesia mengakui bahwa pengawasan dan penetapan sanksi atas pelanggaran Kode Etik Jurnalistik ini adalah sepenuhnya hak organisasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan dilaksanakan oleh Dewan Kehormatan PWI.

sekalian dah kode etik jurnalis ASEAN…

1. The ASEAN journalist shall resort only to fair, open and honest means or effort to obtain news, photographs, or documents necessary to enable him/her to carry out his/her professional work, properly identifying himself/herself in the process as being a representative from media

2. The ASEAN journalist shall not allow personal motives or interest to influence him/her or to color his/her views in a manner that would reflect on his/her professional integrity or would undermine the dignity of his/her profession

3. The ASEAN journalist shall not demand, or accept any payment, gift or any other consideration by way of recompense for reporting what is not true or for withholding or suppressing the truth.

4. The ASEAN journalist shall honestly report and interpret the news, making sure, to the best of his/her knowledge and ability, not to suppress essential facts or distort the truth through exaggeration or through wrong or improper emphasis.

5. The ASEAN journalist shall give any person aggrieved by his/her report or interpretation of the news the right of reply.

6. The ASEAN journalist shall not violate confidential information or material obtained by him/her in the exercise of his/her calling.

7. THE ASEAN journalist shall not identify his/her source, and shall resist any outside attempt to make him/her do so, when so specifically enjoined by his/her informant.

8. The ASEAN journalist shall refrain from writing reports, which have the effect of destroying the honor or reputation of a private person unless public interest justifies it.

9. The ASEAN journalist shall pay due regard to the multiethnic, cultural, and -religious fabric of ASEAN countries.

10. The ASEAN journalist shall not write reports, opinions or comments which would endanger the security of his/her country, or foment armed confrontation between his/her country and any other ASEAN country, striving at all times, instead, to promote closer friendly relations among them

Done in Manila on the 25th of November, Nineteen Eighty Seven, during the Seventh CAJ General Assembly.

wah.. lumayan banyak yah… dan saya tetep gak ngerti hoho… maklum belum jadi pers yang sesungguhnya…
btw ngemeng-ngemeng tentang pelatihan tadi yah…
dan setelah saya membaca majalah tempo *baca gratis di perpus pusat* mengenai sifat orang Indonesia, yah emang sih… kebanyakan Talker daripada Doer hehe… apa coba maksudnya? misteri..
oya oya…
mau nanya, apa persamaan Peter Parker (Spiderman) ma Clark (Superman)??
jawaban:
mereka sama-sama JURNALIS, dan mereka sama-sama PAHLAWAN, it means JURNALIS=PAHLAWAN hohoo… jayus yah hihi…

oya narcis dulu dahhh…


ma anas di B104

Komentar (3) »

Gerbatama – April 2008

cuman mau posting Gerbatama edisi April 2008 yang tampil lebih modis dan imut hahahaha…

maaf hasil scan nya belum jelas, habis dah malem siy… ntar kapan2 saya update lagi… kapan-kapan kalo ingett hoho… oh ya ’sedikit agak’ lecek pula hoho… kalo mo yang asli datang ke pusgiwa aja ntar dikasihhh dahhh hoho..

download disini

Komentar (1) »

Gigi Gigi

huhuu… saya mengangkat judul di atas dikarenakan gigi saya lagi rusak… masa gigi depan saya ‘retak’ huwaaa… gimana nih gimana dong….

Untuk mendapatkan gigi cantik ada beberapa cara yang bisa ditempuh:

1. Pemutihan (whitening),metode ini dilakukan untuk memutihkan gigi kuning, hitam atau kusam. Gigi menghitam bisa terjadi akibat infeksi, trauma atau sarafnya mati. Untuk mengembalikannya ke warna semula perlu dilakukan perawatan saraf gigi lebih dulu.

Gigi hitam bisa diputihkan lagi dengan cara internal bleaching yaitu pemutihan dari dalam gigi. Setelah perawatan saraf selesai, suatu gel dimasukkan ke dalam saluran akar gigi yang sengaja dilubangi. Gel inilah yang akan bekerja memutihkan gigi dalam waktu 1-6 hari. Lalu gel akan dilepas dan gigi ditambal seperti biasa.

Umumnya whitening dibagi menjadi dua yaitu in office dan home whitening. In office yakni tindakan pemutihan gigi dilakukan di klinik gigi yang bisa dilakukan dengan maupun tanpa disinar. Permukaan gigi dilapisi gel, lalu pasien diminta memakai cetakan (tray) gigi selama 1-2 hari. Saat tray dilepas, gigi akan terlihat lebih putih dibanding sebelumnya. Hasil in office lebih cepat terlihat dibanding home whitening karena menggunakan gel dengan tingkat konsentrat lebih tinggi.

Hasil ini akan lebih baik bila dilanjutkan dengan home whitening agar hasilnya lebih permanen dan tingkat keputihannya tak cepat pudar. Home whitening yaitu proses pemutihan gigi dilakukan di rumah. Setelah tray gigi dibuat di klinik, proses pemutihan bisa dilakukan sendiri di rumah. Caranya tray dipakai selama 8 jam setiap hari selama 8-10 hari tergantung dari tingkat kekusaman warna gigi. Untuk gigi abu-abu atau sangat kusam waktu pemakaian lebih lama.

Sebaiknya pasien masih perlu kontrol ke dokter gigi agar diketahui bila ada keluhan linu. Setelah 2-3 tahun proses whitening bisa diulangi lagi. Pantangan usai whitening jangan mengonsumsi makanan dan minuman berwarna misalnya soft drink, teh atau kopi agar warna gigi tak cepat pudar.

2. Crown, pada kerusakan gigi depan yang cukup parah misalnya gigi patah atau tak bisa lagi ditambal karena lubang sudah terlalu luas, metode crown (selubung gigi) bisa dilakukan. Bila kondisi gigi dinyatakan sehat saat itu juga crown bisa dipasang. Awalnya gigi akan dipasangi crown, dikecilkan di seluruh bagian lalu dipasangi crown sementara.

Seminggu kemudian crown permanen dipasang. Agat tak terlihat palsu dan berbeda warna crown harus sama dengan gigi aslinya. Pembuatan crown yang bagus akan sulit dibedakan dari gigi aslinya baik secara warna maupun bentuk. Meski kekuatan crown sama dengan gigi asli dan tak ada pantangan setelah crown dipasang, akan tetapi disarankan agar tetap berhati-hati saat mengunyah.

3. Porcelain Venner, merupakan metode melapisi gigi dengan porselen. Gunanya antara lain mengatasi kerusakan gigi atau lubang yang luas atau gigi renggang tapi sulit dirapatkan. Caranya agak mirip dengan crown, hanya saja dikecilkan cuma lapisan depan gigi yang rusak. Lalu gigi dicetak dan dikirim ke laboratorium untuk dibuatkan cetakan permanennya. Setelah jadi, cetakan porselen dipasangkan ke gigi yang rusak.  Porcelain venner hanya bisa memperbaiki kondisi keruwetan (crowding) gigi ringan.

Prosedurnya sama dengan crown, gigi dikecilkan dulu lalu dibuatkan veneer plastik untuk dibuat gigi sementara. Lalu gigi dikirim ke laboratorium dan seminggu kemudian veneer porselen bisa dipasang. Setelah porselen dipasang harus lebih hati-hati menggigit dengan gigi depan. Pemasangan ini dilakukan dalam 2-3 kali kunjungan.

4. Penambalan, metode ini untuk menambal gigi pasien yang berlubang atau cuil. Bisa juga untuk memperbaiki tambalan, bila yang sudah ada ternyata sangat mencolok sebagai hasil tambalan. Umumnya menambal gigi depan harus memperhatikan unsur estetika, karena letaknya yang sangat mempengaruhi penampilan.

Sehingga penambalan tak bisa dilakukan begitu saja. Tambalan harus dilakukan dengan
mengikuti anatomi, warna dan bentuk awal gigi. Sebab gigi punya proporsi panjang dan lebar. Sehingga usai ditambal gigi terlihat natural. Tambalan yang dilakukan secara asal bisa membuat warnanya cepat pudar dan gigi tak cantik secara estetika.

Selain itu giginya juga tidak licin, sehingga sisa makanan mudah terselip di antara tambalan. Namun penambalan pada gigi depan yang dilakukan dengan alat-alat yang sekarang bisa menghasilkan tambalan sealami mungkin. Di samping tambalan dengan bahan biasa, ada pula tambalan inlay yaitu tambalan pada kerusakan gigi belakang.

Selain metal, tambalan inlay juga ada yang menggunakan porselen. Tambal gigi bisa selesai dalam sekali kunjungan dan lama tindakan kurang dari satu jam. Ada juga tambalan venner (pelapisan gigi). Caranya mirip dengan tambalan biasa hanya seluruh permukaan giginya ditambal dengan venner. Lapisan gigi terluar diambil lalu gigi ditambal dengan venner. Berbeda dengan porselen yang jika rusak harus diulang dari awal, tambalan venner dibisa dibetulkan.

5. Cosmetic Conturing
, metode ini membentuk gigi asli menjadi lebih baik dengan cara diasah. Misalnya gigi yang terlalu lebar pada perempuan yang mengesankan penampilan tidak feminim, ujung bawahnya berbentuk tajam atau berbeda panjangnya. Umumnya gigi perempuan terlihat lebih ramping dari pria. Tindakan ini dikerjakan kurang dari satu jam dan bisa langsung selesai dalam sekali kunjungan. Yang menyenangkan selain membuat gigi lebih cantik, tak ada pantangan setelah melakukan perawatan ini.
* drg Rahmawati (ags) source — http://www.waspada.co.id/

terpaksa deh besok senen ke PKM hiksuuu….

Komentar (5) »

kemarin-harini-esok

huaahhh pagi-pagi saya udah OL, rencana bangun jam 8 buyar setelah si mbak mengetuk pintu jam setengah 7 pagi!! huaaaa mbak saya masih tidur dan bermimpi… kucing_begadang.gif image by linda_oke_deh yaudah deh udah terlanjur…
menunggu jam 9, ngeblog aja deh…
kemarin gak sempat nge-blog, padahal kemarin lumayan banyak yang bisa ditulis hohoho..

kemarin itu saya sial banget…
mulai dari penuh nya angkot-angkot yang menuju gerbatama (baca: 04 dan 119), akhirnya saya memutuskan naik angkot yang jurusan PAL, turun di stasiun… jalan.. buru-buru niy soalnya mau presentasi di depan Donchal R.gif 5 image by linda_oke_deh
ternyata kelas masih kosong… cuman ada Tika, Kikin, ma Robin… heeeee… tau gitu mending nunggu angkot dah hoho…
presentasi kacau… saya yang kebagian 2 slide bingung mau ngomong apa akhirnya text-book (mau gimana lagi, saya gak jago ngemeng dalam bahasa Inggris hoho), eniwei ini presentasi berbahasa Inggris pertama saya karena dulu pas MPKE ‘tidak sempat’ presentasi hahaha kucing_ngakak.gif image by linda_oke_deh
dan si bapak menyuruh kami memperbaiki makalah, terutama bagian saya yang tidak dibahas sama sekali di kasus hiks… tapi sumpe si bapak pagi itu manis sekaleee hohohoho…
presentasi selese… EMON… roleplay boo… bingung aike… yah semuanya berjalan dengan lancar… tapi saya kebagian menjadi free-rider hoho..
EMON selese… saya memutuskan untuk cabut makro… males aja…
nunggu sampe jam setengah 5… FGD BOE… ngapain? ya FGD lah… temanya kebebasan pers… gak jelas… saya gak tau bahan… saya gak suka UU… saya gak suka politik… akhirnya ngemeng gak jelas, keluar jalur, huaaahhh pokoknya aneh deh… mungkin saya bakalan ditolak hikss…
FGD selese… pulang… ma Anas… si abang angkot kagak mau dikasih serebu… kurang lima ratus katanya… yah, maaf ya bang hoo…

hari kemarin telah berlalu *kagak seru yah saya ceritanya haha*
hari ini.. gak tau mau ngapain… ngampus aja..
kumpul biro, ngerjain AM dan tugas-tugas lain yang menumpuk sementara itu… di desktop tugas-tugas semacam OB,PRU, SUMA, etc telah menunggu untuk dikerjakan, tetapi entah kapan saya akan mengerjakannya…
maybe seminggu sebelum deadline dah… tapi deadline SUMA kan 2 hari lagi… yaudahlahyaaaa…

besok… SABTU!!!
yahhh…
gak jadi liburan…
ada tes LBI…
ada pena…
wew.. wew…

pengen cepet-cepet lulus rasanya… icon_razz.gif image by linda_oke_deh

Komentar bertahan »