yah.. semalam pas lagi nonton Indonesian Idol tiba-tiba ada breaking news, kirain ada bencana apalagi gitu… eh taunya BBM naik.. gak disangka bakalan naik hari ini ( 24 Mei 2008 ) padahal kemaren-kemaren katanya bakalan naik tanggal 1 Juni 2008
Harga Lama:
Harga Minyak Tanah : Rp. 2.000 per liter
Harga Bensin Premium: Rp. 4.500 per liter
Harga Minyak Solar: Rp. 4.300 per liter
Harga baru:
Harga Minyak Tanah : Rp. 2.500 per liter
Harga Bensin Premium: Rp. 6.000 per liter
Harga Minyak Solar: Rp. 5.500 per liter
lumayan sih, naiknya 33% untuk bensin premium… wah bakalan naik nih ongkos angkot…
dan dampak dari semua ini tentu tak lain tak bukan adalah kata favorit anak ekonomi: INFLASI
yang artinya akan terjadi kenaikan harga-harga barang secara keseluruhan secara terus-menerus
tapi wajar gak sih kalo mahasiswa men-demo pemerintah di saat pengumuman sudah dilakukan??
kalo menurut saya sih itu merupakan tindakan bodoh, mereka malah memperburuk suasana dengan membantu meningkatkan ekspetasi pasar jika BBM naik maka Indonesia akan mengalami guncangan, hal ini tentu saja akan membuat semakin banyak investor-investor yang menarik dana nya dari Indonesia karena ada ekspetasi high risk, dan apa yang akan terjadi? Investasi akan turun dan membuat tingkat suku bunga naik… dan soon dan soon…
yah u know apa yang akan terjadi….
ingat aja rumus Y = C+I+G+NX dampak akhirnya GDP kita akan turun, tingkat konsumsi turun, and soon and soon… yang akhirnya membuat negara ini semakin terpuruk
lalu sebaiknya harus gimana dong?

lihat kurva di atas deh, namanya kurva Philips (Philips Curve) dimana menyatakan bahwa inflasi dan unemployment memiliki hubungan terbalik, jadi semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin rendah tingkat penganggurannya
nah… kalo BBM naik kan berarti tingkat inflasi makin tinggi, jadi jumlah pengangguran bakalan berkurang kann…. kenapa begitu? baca aja buku Makroekonomi-nya Mankiw ato Dombusch, lengkap dah!
yah walaupun kata Pak Mandala kemaren efisiensi APBN ini mengalami trade off dengan social cost yang ditimbulkannya… dan ini merupakan salah satu pertanyaan makroekonomi yang tidak dapat terjawab hingga saat ini hehe…
makanya mahasiswa jangan demo-demo mulu, coba kalian yang jadi pemerintah, pastinya bakalan dilema nih menghadapi hal-hal ini: di satu sisi harga CPO dunia naik, di satu sisi pegawai minta naik gaji, di satu sisi rakyat minta disubsidi, di satu sisi masyarakat minta anggaran pendidikan ditambah, di satu sisi minta lapangan kerja ditambah… dan masih banyak lagi yang membuat APBN semakin gendut dengan pengeluaran tanpa pemasukan…
dan di sisi lain mahasiswa yang hobinya demo-demo itu juga memerlukan pekerjaan, ujung-ujungnya mereka akan jadi Anggota DPR, politikus, dosen, karyawan bank, PNS, dan syukur-syukur ada yang jadi Dokter..
but itu tetap aja nggak membantu negara, bahasa kerennya tidak menciptakan multiplier effect
makanya saya masuk manajemen, syukur-syukur bisa membangun lapangan pekerjaan dan membuat efek multiplier hehe… lagi-lagi promosi jurusan, ayo anak-anak 08 masuk manajemen aja… manajemen FEUI dan siap-siap menjadi gila dengan makalah dan ujian yang menumpuk haha hingga akan berpikir setrilyun kali untuk melakukan apa yang namanya ‘demo mahasiswa’, lagian menurut hasil observasi saya di lingkungan FE, mereka berpikir ‘demo demo’ itu adalah tindakan yang sama sekali tidak menghasilkan manfaat… ada sih beberapa yang ikut demo, tapi u-know-lah manusia seperti apa mereka, iya iya makhluk yang IP nya mungkin udah di atas 4 sehingga sempat melakukan demo…
yaudahlah, yang naik biarlah naik…
jangan heboh-heboh amat…
