
Oke, di post sebelumnya gue udah pernah men-state kalo salah satu resolusi gue di tahun macan (atau singa?) ini adalah bisa menyetir mobil dengan baik dan benar…
Perlu diketahui gue udah ikutan belajar nyetir mobil dari jaman kelas 2 SMA… udah lama banget dan tiap tahun gue selalu belajar dan selalu gagal… ughh mungkin gue ada bakat seperti Sponge Bob
dan saya berjanji akan belajar lagi untuk tahun ini, semangaaatt!!
Berikut beberapa tips mengemudi yang saya peroleh dari berbagai sumber, oiya, tips pertama saya:
don’t drive by expensive car like this:
but, drive by this:
hehe…
- Driving position
Posisi duduk menentukan kenyamanan dan ketenangan kita berkendara. Duduk bersandar dengan punggung menempel di sandaran akan membuat kita rileks dan memberikan posisi tangan yang leluasa. Meletakkan tangan pada lingkar kemudi di posisi arah jam 9 dan 3. Arah ini akan memberikan keleluasaan maksimal meski harus berputar 45 derajat. Berikan ruang gerak kaki yang cukup dan gunakan sedikit tenaga saat menginjak pedal baik gas atau kopling.
Bila kurang nyaman, dapat memilih posisi jarum jam angka 10 dan 2. Jangan membiasakan meletakkan tangan pada bagian atas roda kemudi, terutama pada mobil-mobil baru, karena air bag dapat mematahkan tangan atau mendorongnya ke muka anda bila sampai terkembang. —> ribet amat yak, musti bawa busur derajat apa gimana…
- Pengendalian kemudi
Dalam bermanuver gunakan kedua tangan dengan harmonis. Sebab dengan menggunakan satu tangan, kemungkinan pegangan lepas tinggi. Pada saat menikung dan kembali ke posisi lurus, lepas kemudi untuk memberikan putaran kemudi secara otomatis dengan tetap terkontrol.
- Perhatikan lingkungan
Sebagai pegemudi baru harus mengenal karakter pengguna jalan lain. Kuasai situasi ketika bertemu dengan pengemudi anak muda. Gaya anak muda banyak yang agresif dan tak jarang ugal-ugalan. Lebih baik mengalah dan tidak berebut jalan. Demikian pula bila bertemu dengan pengemudi berusia lanjut yang berjalan lamban, lebih baik bersabar dan mencari waktu yang pas untuk mendahului. Selalu pantau kaca spion untuk berhati-hati dengan pengemudi motor yang kerap masuk ke celah antar mobil. –> oke, jangankan anak muda, bapak gue aja doyan banget nih ngebutt
- Mengenal jalan dan rambu
Saat melintasi jalan pertama kali, pantau rambu petunjuk, dan berikan ruang memory untuk merekam situasi jalan. Rambu-rambu lalu lintas juga harus dipahami, bukan sekedar mematuhi.
- Hindari jalur cepat
Jangan berdiam di jalur paling kanan. Jalur kanan adalah untuk mendahului, bukannya jalur cepat, apalagi bila kecepatan anda di bawah 80 km/jam. Inilah sebab mengapa banyak pengemudi yang nekad mendahului dari jalur paling kiri. Jadi jangan salahkan dulu mereka yang mungkin sedang terburu-buru namun ada pengemudi keras kepala yang tidak bersedia memberi jalan di jalur paling kanan.
source: http://www.rajasolusi.com
1. Langkah Awal Cara Menjalankan Kendaraan
- Periksa posisi duduk senyaman mungkin
- Cek persnelling gigi NETRAL
- Mesin dijalankan (Start)
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Rem tangan dilepas
- Injak pedal gas secukupnya dan lepas kopling perlahan*
- Kendaraan berjalan
* Hindari melepas kopling secara langsung (lawan dari perlahan) untuk menghindari kendaraan melaju dengan efek kejut atau bahkan mesin mati. Baik pada saat persnelling gigi rendah maupun tinggi.
2. Mengendarai di Tanjakan Tinggi
- Injak pedal rem dan kendaraan berhenti di tanjakan tinggi
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi NETRAL
- Rem tangan diangkat / ditarik
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Injak pedal gas secukupnya*
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan)
- Rem tangan dilepas
- Kendaraan berjalan**
* Suara derung mesin akan terdengar jikalau pedal gas diinjak terlalu dalam dan kopling belum / kurang dilepas. Dengan makin banyak latihan / jam mengemudi, suara derung mesin akan berkurang / dapat dihindari.
** HATI-HATI dengan efek mundur kendaraan saat mulai melaju. Selalu perhatikan kendaraan di belakang kita (terutama sepeda motor) dan jaga jarak yang mencukupi. Yang ideal adalah jarak cukup dengan kendaraan di depan dan jarak cukup (atau lebih) dengan kendaraan di belakang kita.
3. Mengendarai di Tanjakan Rendah
- Kendaraan berhenti di tanjakan rendah
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi NETRAL
- Kaki kanan injak pedal rem
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi 1
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan)
- Kaki kanan pindah cepat ke pedal gas dan injak pedal gas perlahan*
- Kendaraan berjalan
* Hindari injak pedal gas terlalu dalam karena akan memberikan efek kejut (tidak nyaman bagi penumpang)
4. Tips Pindah / Over persnelling gigi tinggi
- Kendaraan berjalan
- Kaki kanan masih ada di pedal gas
- Injak kopling penuh dan lepaskan pedal gas di kaki kanan
- Fokus stabilkan setir dengan tangan kanan*
- Pindah persnelling gigi tinggi dan lepaskan kopling secara perlahan
- Injak pedal gas perlahan. Tambahkan tekanan gas untuk akselerasi.
* Setelah kopling diinjak penuh dan saat menstabilkan setir di tangan kanan, tidak harus selalu dibarengi dengan ganti / pindah persnelling gigi. Jangan menahan kopling jikalau pedal gas sudah diinjak kembali karena akan timbul suara deruman mesin dan akan menyebabkan pelat kopling cepat aus. INGAT! Saat kopling diinjak penuh, pedal gas harus segera dilepas!
5. Tips Pindah / Over persnelling gigi rendah / bawah
- Kendaraan berjalan
- Injak pedal rem hingga kendaraan perlahan [injak pedal rem secara perlahan; jikalau pedal rem diinjak terlalu dalam akan memberikan efek kejut]*
- Fokus stabilkan setir di tangan kanan
- Injak kopling penuh dan pindah persnelling gigi rendah (gigi 2)
- Lepaskan kopling perlahan dan injak pedal gas secukupnya**
- Tambahkan injak pedal gas untuk akselerasi
- Pindah ke gigi 1 jikalau kendaraan berhenti / terhenti
* Selalu kurangi laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sebelum pindah persnelling gigi rendah / bawah agar tidak memberikan efek rem / kejut [membahayakan penumpang]
** Selalu lepas kopling secara perlahan saat pindah persnelling gigi agar tidak ada efek kejut saat kendaraan melaju, terutama saat pindah persnelling gigi rendah / memperlambat.
6. Mengendarai di Turunan (Jalan Menurun)
- Kendaraan berjalan di jalanan menurun
- Lepas pedal gas di kaki kanan
- Kontrol laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sedikit demi sedikit. Hindari terlalu banyak memainkan pedal rem karena pelat rem akan panas dan mengurangi performa / fungsi rem
- Maksimal persnelling pada gigi 3 untuk jalanan menurun. Gigi 2 atau gigi 1 akan memberikan efek pengereman pada saat melewati jalan menurun (tergantung kondisi jalanan)
7. Mengendarai di Kemacetan / Perempatan
- Kendaraan berjalan di hadapan kemacetan
- Lepas pedal gas di kaki kanan untuk memperlambat
- Bantu dengan injak pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan
- Injak kopling penuh dan siapkan persnelling gigi rendah sesuai kebutuhan*
- Kontrol laju kendaraan dengan menginjak pedal rem sedikit demi sedikit dan atur setir di tangan kanan untuk memposisikan kendaraan terhadap kendaraan lainnya (kopling masih diinjak penuh)
- Jangan terburu-buru melepas kopling / menginjak pedal gas jikalau posisi kendaraan tidak memungkinkan.
- Ikuti laju kendaraan di depan tanpa menginjak pedal gas. Jikalau kondisi sudah memungkinkan (lowong di depan), injak pedal gas untuk melaju atau menyalip kendaraan di depan di saat yang tepat**
* Jikalau masih ada putaran roda, pindah persnelling gigi 2. Jikalau kendaraan benar-benar berhenti / terhenti, pindah persnelling gigi 1. Atau posisikan persnelling gigi NETRAL setiap saat berhenti dan atau rem tangan ditarik / diangkat jikalau kemacetan lama sehingga kopling bisa dilepas di kaki kiri. Injak kopling penuh, siapkan persnelling gigi 1, injak gas secukupnya dan lepas kopling perlan untuk mulai berjalan.
** Perhatikan dan utamakan sisi kiri kendaraan yang kita kemudikan terhadap kendaraan lain (baik yang diam / berhenti maupun melaju perlahan), terutama terhadap posisi kaca spion yang paling luar dari kendaraan kita. Sedangkan kendaraan yang berpapasan di sisi kanan kendaraan kita akan otomatis menghindar terhadap posisi kendaraan kita, tetapi kita tetap harus memperhitungkannya secara tepat.
8. Mengapa Mesin Mati?
- Posisi persnelling gigi masih tinggi sementara mobil terhenti / berhenti karena rem diinjak, tetapi kopling tidak diinjak penuh
- Kendaraan ada di persnelling gigi 1 dan kopling dilepas tanpa tekanan pedal gas yang mencukupi
- Kopling dilepas lebih dari ½ tanpa ada tekanan pedal gas yang mencukupi
- HATI-HATI! Pada saat memarkir kendaraan atau saat berkendaraan, selalu posisikan persnelling gigi NETRAL sebelum bisa melepas kopling. Jikalau tidak, mesin kendaraan akan mati dan atau bahkan memberikan efek kejut dorongan ke belakang jikalau posisi persnelling gigi mundur [membahayakan orang yang berdiri di belakang kendaraan – dan selalu ingatkan orang untuk tidak berdiri di belakang kendaraan saat parkir mundur].
9. Latihan Kopling ½
- Siapkan kendaraan di jalanan menurun. Pastikan tidak ada lalu lintas kendaraan lain di depan atau belakang
- Pasang persnelling gigi mundur
- Kopling dilepas / diangkat ½ sampai terdengar suara mesin berubah (yakni, menjadi rendah / suara ditahan) atau bisa diamati dari bunyi getaran tongkat persnelling.
- Injak pedal gas secukupnya
- Dalam kondisi ini kendaraan tidak maju dan tidak mundur. Tahan selama beberapa detik.
- Tambah sedikit lepasan kopling sehingga kendaraan mundur, lalu tahan dengan mengembalikan ke posisi kopling ½ sehingga kendaraan tidak melaju turun.
- Ulangi lagi langkah-langkah di atas hingga terbiasa dengan kopling ½
Oleh: Iman Sigit
source: pusat-mobil
so, what are you waiting for?? Let’s TRY ^^












heri berkata,
September 26, 2010 @ 3:59 pm
ok lets try!